1. Analisis Maslah
Kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup
memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak
mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut
Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip
dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagi berikut:
1. Ketidakmampuan
memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang, pangan dan papan).
2. Tidak adanya
akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi,
air bersih dan transportasi).
3. Tidak adanya
jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).
4. Kerentanan
terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.
5. Rendahnya
kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.
6. Kurangnya
apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
7. Tidak adanya
akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan.
8. Ketidakmampuan
untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
9. Ketidakmampuan
dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan
rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil).
Banyak dampak yang terjadi yang disebabkan oleh kemiskinan
diantaran adalah sebagai berikut:
1. Kesejahteraan masyarakat sangat jauh
2. Tingkat kematian meningkat.
3. Banyak penduduk Indonesia yang kelaparan karena
tidak mampu untuk membeli kebutuha aka
makanan yang merka makan sehari-hari.
4. Tidak bersekolah
5. Tingakat kejahatan meningkat.
2. Solusi dan Pendapat.
Ada beberapa program yang perlu dilakukan agar kemiskinan di
Indonesia bisa dikurangi:
1. meningkatkan pendidikan rakyat.
2. pembagian tanah/lahan pertanian untuk petani.
3. tutup bisnis pangan kebutuhan utama rakyat dari para
pengusaha besar.
4. stop eksploitasi atau pengurasan kekayaan alam oleh
perusahaan asing.
Masalah dasar pengentasan kemiskinan bermula dari sikap
pemaknaan kita terhadap kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu hal yang alami
dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. Pengentasan
masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah, melainkan
masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan
tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ketika terjalin kerja sama
yang romantis baik dari pemerintah, nonpemerintah dan semua lini masyarakat.
Dengan digalakkannya hal ini, tidak perlu sampai 2030 kemiskinan akan mencapai
hasil yang seminimal mungkin.
organisasi yang menangani masalah kemiskinan:
1. Organisasi Masyarakat
Organisasi yang melalukan usaha kesejahteraan sosial yang berasl dari masyarakat ini menjadi tiga yaitu: institusi masyarakat lokal, organiasi yang bergerak atas dasar motivasi filantropi dan lembaga swadaya masyarakat.Organisasi masyarakat yang bersifat lokal sebagai bentuk aktualisasi berbagai pranat sosial yang ada dan tidak jarang didasarkan pada pengamalan ajaran agama, dengan demikian lebih didorong dengan motivasi religius. Basis orientasinya adalah ikatan lokalitas, ikatan kekerabatan, ikatan patron klien, prinsip timbal balik dan solidaritas sosial. Institusi lokal memang efektif sebagai sarana mendorong aktivitas bersam akan tetapi kurang efisien dilihat dari alokasi sumber daya.
Organisasi yang didorong oleh motivasi filantropi merupakn institusi yang relatif mapan dan berkesinambungan seperti PMI.
2. Organisasi Swasta
Secara garis besar usaha sangat dikaitkan dengan memperhitungkan profit atau keuntungan tetapi terdapat juga organisasi swasta yang melakukan kegiatan atau usah pelayanan sosial dalam orientasi profit, contohnya seperti perusahaan-perusahaan asuransi. Perusahaan swasta yang berorientasi profit dam memiliki usaha diluar bidang pelayanan sosial dan jaminan sosial juga dapat melakukan kegiatan dalam bentuk pelayanan sosial.
organisasi yang menangani masalah kemiskinan:
1. Organisasi Masyarakat
Organisasi yang melalukan usaha kesejahteraan sosial yang berasl dari masyarakat ini menjadi tiga yaitu: institusi masyarakat lokal, organiasi yang bergerak atas dasar motivasi filantropi dan lembaga swadaya masyarakat.Organisasi masyarakat yang bersifat lokal sebagai bentuk aktualisasi berbagai pranat sosial yang ada dan tidak jarang didasarkan pada pengamalan ajaran agama, dengan demikian lebih didorong dengan motivasi religius. Basis orientasinya adalah ikatan lokalitas, ikatan kekerabatan, ikatan patron klien, prinsip timbal balik dan solidaritas sosial. Institusi lokal memang efektif sebagai sarana mendorong aktivitas bersam akan tetapi kurang efisien dilihat dari alokasi sumber daya.
Organisasi yang didorong oleh motivasi filantropi merupakn institusi yang relatif mapan dan berkesinambungan seperti PMI.
2. Organisasi Swasta
Secara garis besar usaha sangat dikaitkan dengan memperhitungkan profit atau keuntungan tetapi terdapat juga organisasi swasta yang melakukan kegiatan atau usah pelayanan sosial dalam orientasi profit, contohnya seperti perusahaan-perusahaan asuransi. Perusahaan swasta yang berorientasi profit dam memiliki usaha diluar bidang pelayanan sosial dan jaminan sosial juga dapat melakukan kegiatan dalam bentuk pelayanan sosial.






0 komentar:
Posting Komentar