studentsite.gunadarma.ac.id

Akses semua informasi yang terkait dengan perkuliahan melalui fasilitas ini.

gunadarma

Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

Senin, 03 November 2014

Tawuran Antar Sekolah



1. Analisa

Maraknya tingkah laku agresif akhir-akhir ini yang dilakukan kelompok remaja kota merupakan sebuah kajian yang menarik untuk dibahas. Perkelahian antar pelajar yang pada umumnya masih remaja sangat merugikan dan perlu upaya untuk mencari jalan keluar dari masalah ini atau setidaknya mengurangi. Perkembangan teknologi yang terpusat pada kota-kota besar mempunyai korelasi yang erat dengan meningkatnya perilaku agresif yang dilakukan oleh remaja kota.
Beberapa contoh dari berita-berita yang ada mengenai tawuran antar pelajar. Di Palembang pada tanggal 23 September 2006 terjadi tawuran antar pelajar yang melibatkan setidaknya lebih dari tiga sekolah, di antaranya adalah SMK PGRI 2, SMK GAJAH MADA KERTAPATI dan SMKN 4 (harian pagi Sumatra ekspres Palembang). Di Subang pada tanggal 26 Januari 2006 terjadi tawuran antara pelajar SMK YPK Purwakarta dan SMK Sukamandi (harian pikiran rakyat). Di Makasar pada tanggal 19 September 2006 terjadi tawuran antara pelajar SMA 5 dan SMA 3 (karebosi.com). Tidak hanya pelajar tingkat sekolah menengah saja yang terlibat tawuran, di Makasar pada tanggal 12 Juli 2006 mahasiswa Universitas Negeri Makasar terlibat tawuran dengan sesama rekannya disebabkan pro dan kontra atas kenaikan biaya kuliah (tempointeraktif.com). Sedangkan di Semarang sendiri pada tanggal 27 November 2005 terjadi tawuran antara pelajar SMK 5, SMK 4 dan SMK Cinde Masih banyak kejadian tawuran antar pelajar yang tidak bisa sebutkan satu per satu di sini.

2. Solusi

1. Dengan memandang masa remaja merupakan periode storm and drang period (topan dan badai) dimana gejala emosi dan tekanan jiwa, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang.
2. Lingkungan keluarga juga dapat melakukan pencegahan terjadinya tawuran, dengan cara:
a. Mengasuh anak dengan baik.
- Penuh kasih saying
- Penanaman disiplin yang baik
- Ajarkan membedakan yang baik dan buruk
- Mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
- Mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
b. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
c. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
d. Memperkuat kehidupan beragama
e. Melakukan pembatasan dalam menonton adegan film yang terdapat tindakan kekerasannya dan melakukan pemilahan permainan video game yang cocok dengan usianya. 
3. Sekolah juga harus bertanggung jawab dalam membentuk tingkah laku dan akhlak yang bak bagi siswanya


Masalah Kemiskinan



1. Analisis Maslah

Kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut
Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagi berikut:
1.     Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang, pangan dan papan).
2.     Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air    bersih dan transportasi).
3.     Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).
4.     Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.
5.     Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.
6.     Kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
7.     Tidak adanya akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan.
8.     Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
9.     Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil).
Banyak dampak yang terjadi yang disebabkan oleh kemiskinan diantaran adalah sebagai berikut:
1. Kesejahteraan masyarakat sangat jauh
2. Tingkat kematian meningkat.
3.  Banyak penduduk Indonesia yang kelaparan karena tidak mampu untuk membeli kebutuha aka
makanan yang merka makan sehari-hari.
4. Tidak bersekolah
5. Tingakat kejahatan meningkat.

2. Solusi dan Pendapat.

Ada beberapa program yang perlu dilakukan agar kemiskinan di Indonesia bisa dikurangi:
1. meningkatkan pendidikan rakyat.
2. pembagian tanah/lahan pertanian untuk petani.
3. tutup bisnis pangan kebutuhan utama rakyat dari para pengusaha besar.
4. stop eksploitasi atau pengurasan kekayaan alam oleh perusahaan asing.

Masalah dasar pengentasan kemiskinan bermula dari sikap pemaknaan kita terhadap kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ketika terjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah, nonpemerintah dan semua lini masyarakat. Dengan digalakkannya hal ini, tidak perlu sampai 2030 kemiskinan akan mencapai hasil yang seminimal mungkin.

organisasi yang menangani masalah kemiskinan:
1. Organisasi Masyarakat
Organisasi yang melalukan usaha kesejahteraan sosial yang berasl dari masyarakat ini menjadi tiga yaitu: institusi masyarakat lokal, organiasi yang bergerak atas dasar motivasi filantropi dan lembaga swadaya masyarakat.Organisasi masyarakat yang bersifat lokal sebagai bentuk aktualisasi berbagai pranat sosial yang ada dan tidak jarang didasarkan pada pengamalan ajaran agama, dengan demikian lebih didorong dengan motivasi religius. Basis orientasinya adalah ikatan lokalitas, ikatan kekerabatan, ikatan patron klien, prinsip timbal balik dan solidaritas sosial. Institusi lokal memang efektif sebagai sarana mendorong aktivitas bersam akan tetapi kurang efisien dilihat dari alokasi sumber daya.
Organisasi yang didorong oleh motivasi filantropi merupakn institusi yang relatif mapan dan berkesinambungan seperti PMI.
2. Organisasi Swasta
Secara garis besar usaha sangat dikaitkan dengan memperhitungkan profit atau keuntungan tetapi terdapat juga organisasi swasta yang melakukan kegiatan atau usah pelayanan sosial dalam orientasi profit, contohnya seperti perusahaan-perusahaan asuransi. Perusahaan swasta yang berorientasi profit dam memiliki usaha diluar bidang pelayanan sosial dan jaminan sosial juga dapat melakukan kegiatan dalam bentuk pelayanan sosial.