studentsite.gunadarma.ac.id

Akses semua informasi yang terkait dengan perkuliahan melalui fasilitas ini.

gunadarma

Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

Sabtu, 04 Juni 2016

Paragraf Pesuasif Tempat WIsata

Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal.

Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi.

Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.

Kalimat Deskriptif Tempat Wisata

Kraton Yogyakarta atau Kraton dibangun pada 1756 oleh Pangeran Mangkubumi (Hamengkubuwono I) sebagai pusat Kerajaan Ngayogyakarta.Bangunan istana membentang dari utara ke selatan. Di sisi depan utara dari istana anda dapat menemukan alun-alun disebut “Alun-alun Utara” dan pada halaman belakang disebut “Alun-alun Selatan”.

Bagian dalam Istana adalah pusat dari kompleks dan dihiasi dengan ornamen yang indah dan memiliki struktur kayu jati untuk interior. Di dalam istana dalam ada ruang kerja Sultan dan perpustakaan di mana ia digunakan untuk melaksanakan pekerjaannya. Ada juga ruangan khusus untuk pernikahan kerajaan dan untuk peresmian pangeran atau Putri. Daerah yang paling penting di istana dalam adalah Bangsal Prabayeksa, ruang di mana senjata suci disimpan. Pada tampilan permanen di aula adalah koleksi keris, tombak, pisau, panah, seragam perang dan senjata. Sekali setahun, di bulan Suro, bulan Jawa, senjata dibersihkan selama upacara sakral.

Minggu, 03 Januari 2016

ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA

A.      Pengertian

Abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian. Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam Bahasa Inggris disebut Abstract dan abstrak yang bersifat informatif. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary). Dalam tulisan ilmiah yang disusun untuk memperoleh gelar lewat penelitian seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan adalah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.


B.      Contoh Abstrak


A.      Isi Abstrak
-          Tujuan
a.       Alasan penulis
b.       Ide utama dari penulis
-          Cakupan
a.       Focus materi penulis
b.       Konsentrasi materi dari penulis
-          Metode
a.       Jenis-jenis temuan yg ditampilkan penulis
b.       Cara penulis meyakinkan pembaca tentang validitas dr ide utamanya
-          Hasil
a.       Konsekuensi dari permasalahan atau isu yang didiskusikan sendiri
-          Rekomendasi
a.       Solusi yang ditawarkan penulis
b.       Penulis merekomendasikan perubahan atau aksi tertentu
-          Kesimpulan
a.       Penulis menggambarkan hubungan “cause&effect”
b.       Kesimpulan yang dibuat oleh penulis dr studi yang dilakukannya

B.      Cara membuat abstrak

Ada 4 langkah penting yang harus dilaksanakan, yaitu
1.       Ciptakan ruang penelitan, hal ini dapat dilakukan dengan cara:
-          Nyatakan pentingnya bidang yang anda teliti (bisa ditunjukkan dengan banyaknya penelitian      di bidang yang sama),
-          Tunjukkan kekurangan artikel ilmiah yang telah ada (dalam bidang yang sama tentu saja),
-          Tunjukkan tujuan artikel ilmiah anda.
2.       Uraikan metodologi penelitian dengan jelas
3.       Nyatakan hasil penelitian (dengan singkat dan jelas tentu saja)
4.       Evaluasi-lah hasil penelitian yang telah dilakukan (kesimpulan artikel) Panjang abstrak biasanya 100-200 kata. Menurut Hadijanto dalam Zifirdaus, tahap 2 dan 4 tidak wajib ada dalam sebuah abstrak.

C.      Daftar Pustaka

Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.

Mengingat arti Penting dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa, dosen,siswa maupun masyarakat umum lainnya perlu mengetahui Cara dan Teknik Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar.

Ada beberapa komponen dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu :
Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
a.       Ditempatkannya didepan nama kecil
b.       Tahun Penerbitan
c.       Judul Buku
d.       Tempat Penerbitan
e.       Nama Penerbit

D.      Contoh Daftar Pustaka


A.      Penulisan daftar pustaka yang benar
Cara penulisan daftar pustaka:
1.       Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang terlebih dahulu, baru bagian depan)
2.       Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.).
3.       Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku diberi tanda titik.
4.       Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua(:). Stetelah nama penerbit diberi tanda titik.
5.       Apabila digunakan dua sunmber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka sumber dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit. Baru buku yang terbit kemudian. Diantara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.

Sumber





PERENCANAAN PENULISAN ILMIAH

A.      Cover

  Cover merupakan halaman muka dari suatu Penulisan Ilmiah yange berisikan beberapa informasi mengenai isi dari tulisan. Pada umumnya dalam setiap Penulisan Ilmiah terdapat cover yang memuat Nama Universitas, Logo, Judul, Nama, NPM, Fakultas, Jurusan, dan Dosen Pembimbing.
       Dalam pembuatan cover, pada bagian atas diberi nama “Universitas Gunadarma”, lagu diberi logo dibawahnya. Setelah itu beri judul yang sesuai dengan isi penulisan ilmiah yang akan dibuat. Kemudian cantumkan Nama, NPM, Fakultas, Jurusan yang diambil, dan dosen pembimbing.

B.      Abstrak

Abstrak adalah ringkasan dari seluruh isi sebuah tulisah ilmiah. Selain harus mencantumkan informasi bibliografisnya (nama penulis, judul, tahun, dan jumlah halaman), isi abstrak seharusnya mengandung elemen-elemen kunci yang akan dijelaskan secara ringkas seperti latar belakang, tujuan, implikasi, metode.
Abstrak juga berguna untuk keperluan peer review (penelaahan sejawat atau penilaian sejawat). Abstrak menolong mitra bestari (lih. paragraf di bawah) untuk mendapatkan gambaran umum mengenai tulisan kita sebelum ia melakukan pembacaan yang lebih detail.

C.      Bab dalam penulisan karya ilmiah

Pada intinya, suatu Penulisan Ilmiah terdiri atas 4 Bab, yaitu (1) Pendahuluan, (2) Landasan Pustaka (Teori), (3) Analisis dan Pembahasan, dan (4) Penutup. Namun demikian, pembabakan tersebut bisa saja dikembangkan, misalkan di Bab 3, Analisis dipisahkan dengan Pembahasan, atau diisi bab mengenai Kegiatan Usaha Saat Ini yang sedang diteliti, atau Prosedur Kerja yang masih diberlakukan saat ini, dan sebagainya.

1.       Bab 1 (Pendahuluan)

Pada bab pendahuluan, Peneliti/ Penulis harus dapat secara fokus menuliskan masalah-masalah yang terjadi di tempat penelitiannya. Dengan membaca bab pendahuluan ini, setiap pembaca sudah dapat mengetahui apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh peneliti dalam penelitiannya.
Selanjutnya di bab pendahuluan ini terdapat beberapa sub-bab seperti :

-          Latar Belakang Masalah
Pada latar belakang masalah perlu dijelaskan, apa saja kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh sumber, atau yang menjadi alasan untuk pembuatan tulisan.

-          Batasan Masalah
      Dari beberapa permasalahan yang ada perlu diberikan beberapa batasan, karena Peneliti/         Penulis tidak dapat untuk memecahkan segala permasalahan yang ada, atau diluar dari             bidang kemampuannya.

-          Rumusan Masalah
      Dari batasan masalah yang telah dipilih, perlu dirumuskan masalah tersebut dengan                 kalimat tanya. Dengan kalimat tanya tersebut, diharapkan para pembaca lebih memahami         ke arah mana penulisan tersebut akan diarahkan.

-          Tujuan Penelitian
      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah yang telah dibatasi, atau             sesuai dengan bidang kemampuan Peneliti/ Penulis.

-          Metodologi Penelitian
      Bagian ini berisikan mengenai bagaimana cara Peneliti/ Penulis melakukan penelitian atau       observasi mendalam dalam penyusunan materi.\

-          Sistematika Penulisan
      Dijelaskan mengenai pembabakan penulisan, Bab 1 mengenai apa, Bab 2 mengenai apa,         dan seterusnya. Pembabakan ini dibuat selogis (terurut) mungkin agar lebih mudah                   dipahami pembaca.

2.       Bab 2 (Landasan Teori)

Dalam bab ini diungkapkan teori-teori yang digunakan Penulis untuk memcahkan masalah. Selain teori, bisa juga dimasukkan alat-alat (tools) perancangan sistem, namun demikian tools tersebut hanya digunakan sebagai pelengkap saja, teori utamanya harus dikedepankan.

3.       Bab 3 (Analisis dan Pembahasan)

Dalam bab ini dijelaskan secara runtut (logis) mengenai langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan. Bisa dimulai dengan menganalisis permasalahan (di sub-bab batasan masalah), kenapa masalah itu bisa terjadi, apa saja kendalanya, dan apa langkah penyelesaiannya. Selanjutnya dilakukan proses atau prosedur atau langkah-langkah penyelesaian dari sub-bab rumusan masalah.

4.       Bab 4 (Penutup)

                     Pada bab penutup ini, isinya adalah kesimpulan dan saran. Kesimpulan adalah jawaban mengenai               “apakah pembahasan yang telah dilakukan dapat memecahkan masalah ?.” Jawaban harus jujur                         (sesuai dengan norma-norma keilmiahan). Saran berisi mengenai hal-hal yang dapat dikembangkan                   dari Penulisan Iilmiah yang sudah diselesaikannya ini. Saran juga dapat berisi mengenai                                         penyempurnaan dari Penulisan Ilmiah yang karena sesuatu hal belum dapat dilakukan 


Sumber

https://erdendi.wordpress.com/2013/12/28/format-penulisan-ilmiah-universitas-gunadarma/

http://www.kompasiana.com/nararya1979/menulis-abstrak-pada-karya-tulis-akademis_54f35b437455139d2b6c72a7

http://agyo92.blogspot.co.id/2015/12/bahasa-indonesia-1-7-perencanaan.html