Kamis, 07 November 2013

TOPIK 4: PEMUDA DAN SOSIALISASI

TOPIK 4: PEMUDA DAN SOSIALISASI

1.       INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
2.       PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan. Terutama dari generasi lainnya. Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri ditengah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pada tahapan pengembangan dan pembinannya, melalui proes kematangan dirinya dan belajar pada berbagai media sosialisasi yang ada dimasyarakat
a.       Pembinaan dan pengembangan generasi muda
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
·         Landasan idiil                    : pancasila
·         Landasan konstitusional               : undang-undang dasar 1945
·         Landasan strategis          : garis-garis besar haluan Negara
·         Landasan historis             : sumpah pemuda tahun 1928 dan proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945
·         Landasan normative       : etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat
Pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu:
·         Mereka yang memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya
·         Mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan-kemampuannya ke tingkat yang optimal
b.      Masalah dan potensi generasi muda
Permasalahan generasi muda: menurunnya jiwa idealisme, kekurangpastian yang dialami generasi muda, belum seimbang antara generasi muda dengan fasilitas pendidikan, kurangnya lapangan kerja
Potensi-potensi generasi muda: idealism dan daya kritis, dinamika dan kreatifitas, keberanian mengambil resiko, optimis dan kegairahan semangat, terdidik

3.       PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
A.      MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA
Negara-negara berkembang masih banyak mendapat kesulitan untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan. Kekurangan tenaga terampil itu terasa manakala Negara-negara berkembang merencanakan dan berambisi untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber alam yang mereka miliki.
Hal yang sama juga dirasakan manakala Negara-negara yang sedang berkembang berniat untuk melaksanakan program-program industrialisasi yang menuntut tenaga-tenaga terampil berkualitas tinggi
Sebagaimana upaya bangsa Indonesia untuk mengembangkan potensi tenaga generasi muda agar menjadi innovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi.
Pembinaan sedini mungkin difokuskan kepada angkatan muda pada tingkat SLTP/SLTA dengan cara penyelenggaraan lomba karya ilmiah tingkat nasional oleh LIPI. Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal
B.      PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI
Indonesia menghadapi kenyataan untuk melakukan usaha keras “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dewasa ini sudah sekitar 80% dari usia sekolah dasar (6-12) tahun dapat ditampung oleh fasilitas pendidikan dasar yang ada. Presentase jumlah penduduk yang masih buta huruf diperkirakan sebagai 40%.
Sebagai salah satu bangsa yang menetapkan pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan Negara Indonesia, maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan tujuan pancasila diperlukan adanya perubahan-perubahan secara mendasar dan mendalam yang menyangkut persepsi, konsepsi serta norma-norma kependidikan dalam kaitannya dengan vita-vita bermasyarakat pancasila
Setidak-tidaknya dua factor yang dapat kita amati sebagai factor yang sangat penting dalam pembangunan dewasa ini: semakin banyaknya manusia yang membutuhkan pendidikan dan semakin bervariasinya mutu pendidikan yang diharapkan oleh mereka. Dalam arti inilah, maka pembicaraan tentang generasi muda khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting karena: sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik. Kedua sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah. Ketiga mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya. Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite dikalangan generasi muda atau pemuda








0 komentar:

Posting Komentar