Kamis, 07 November 2013

TOPIK 2: PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

TOPIK 2:
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

A.      PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong kehidupan social yang semakin cepat juga yaitu meliputi aspek social, ekonomi, politik, kebudayaan dan lainnya. Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

B.      Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Misal : dengan bertambahnya penduduk, berarti juga bertambahnya jumlah bahan pangan, sandang, dan papan. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang akan berakibat semakin tinggi jumlah pengangguran. Pertumbuhan penduduk, dari tahun 1830 sampai tahun 2006 semakin cepat. Pertumbuhan penduduk disuatu daerah atau Negara pada dasarnya didasarkan oleh factor-faktor berikut:
1.       Kematian ( mortalitas )
2.       Kelahiran ( fertilitas )
3.       Migrasi
Didalam pengukuran demografi, ketiga factor tersebut diukur dengan tingkat/rate.
1.       Kematian
a.       Tingkat kematian kasar
 








b.      Tingkat kematian khusus
Tingkat kematian ini dibedakan menurut umur. Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Rumusnya adalah sebagai berikut:
 
2.       Fertilitan ( kelahiran hidup )
Pengukuran fertilitas tidak sesederhana pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan oleh :
a.       Sulit memperoleh angka statistic lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal sesaat setelah kelahiran.
b.      Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak ( tetapi meninggal hanya sekali )
c.       Semakin tua umur wanita, kemungkinan mempunyai anak menurun
d.      Pengukuran fertilitan akan melibatkan satu orang saja.
Ada dua istilah yg kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan
-          Fecundity ( kesuburan )
-          Fertility ( fertilitas )
3.       Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Ada istilah lain tentang dinamika yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi
Migrasi merupakan akbiat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Langkah-langkah seorang migran untuk pindah kedaerah lain harus mengetahui factor-faktor sebagai berikut:
a.       Persediaan sumer alam
b.      Lingkungan social budaya
c.       Potensi ekonomi
d.      Alat masa depan
Dengan adanya rintangan antara, maka timbul dua migrasi yaitu:
-          Migrasi bertahap
-          Migrasi langsung
Akibat dari migrasi :
-          Urbanisasi ( dr desa ke kota)
-          Migrasi interregional
-          Migrasi antar Negara

Menurut john clark pertumbuhan penduduk dikatakan cepat bila golongan umur 0-14 tahun lebih dari 40% dari golongan 60 tahun dan lebih sama atau kurang dari 10%
Ada tiga jenis struktur penduduk :
1.       Piramida penduduk muda
2.       Piramida stasioner
3.       Piramida penduduk tua

Rasio ketergantungan ( dependency of ratio )
Yang dimaksud dengan rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja.
Jadi makin tinggi jumlah penduduk usia muda dan jompo makin besar rasio ketergantungannya. Sebagai ukuran rasio ketergantungan adalah sebagai berikut :
a.       DR kurang dari 62,33% adalah baik
b.      DR lebih dari 62,33% jelek

Penggolongan menurut DW sleumer :
0 – 14                    golongan belum produktif
15 – 19                  golongan kurang produktif penuh
20 – 54                  golongan produktif
55 – 64                  golongan tidak produktif penuh
65 ke atas golongan improduktif

Penggolongan menurut sumbarg :
0 – 15                    golongan belum produktif
15 – 65                  golongan produktif penuh
65 ke atas golongan produktif berkurang

Penggolongan menurut Widjojo, Pullerd dan John Clark :
0 – 14                    golongan belum produktif
15 – 64                  golongan produktif
65 ke atas golongan tidak produktif

C.      KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

a.       PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
1.       Zaman bau sampai caman logam
Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu itupun terbagi dalam :
-          Zaman batu tua ( paleolithikum )
-          Zaman batu muda ( neolithikum )
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar-kasar, misalnya kapak genggam. Alat-alat ini kita kenal dari Eropa, Afrika, Asia Tengah sampai Punsjab ( India )
Bersamaan dengan persebaran budaya kapak-kapak batu itu, tersebar pula bahasa proto Austronesia. Bahasi ini sebagai bahasa cikal bakal bahasa dari bangsa-bangsa yang mendiami pulau-pulau diantara Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik.
Pada zaman batu muda, manusia mulai hidup menetap, membuat rumah, berkelompok, bertani dan berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia-manusia pada zaman ini sudah mengenal dan memiliki kepandaian mengecor/mencairkan logam dari biji besi, dan menuangkan kedalam cetakan-cetakan serta mendinginkannya.
Satu hal yang perlu diketahui pada zaman logam ini, ialah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya sebelum zaman hindu.

b.      KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA, DAN ISLAM
1.       Kebudayaan Hindu dan Budha
pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai msuk ke Indonesia. Sedangkan agama budha masuk ke Indonesia pada abad ke-5. Kedua agama tersebut berkembang pesat di pulau Jawa. Meskpun bersamaan, agama Budha berpandangan lebih maju daripada hinduisme, sebab budha tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat. Baik agama hindudan agama budha melahirkan karya seni yang banyak di Indonesia terutama candi-candi.
2.       Kebudayaan islam
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama islam telah berkembang di Indonesia. Yang menyebarkan agama islam adlah wali songo dan titik sentralnya berada di pulau Jawa. Dalam penyebarannya, pedagang kaya dan golongan bangsawanterpengaruh dan menganut agama islam, begitupun daerah-daerah yang belum terpengaruh oleh agama selain hindu dan budha. Agama Islam menjadi agama yang paling berkembang pesat di Indonesia, sebagian besar penduduknya menganut agama islam.

c.       KEBUDAYAAN BARAT
Awal masuknya kebudayaan barat ke Indonesia karena kaum kolonialis/penjajah mengedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Dalam kurun waktu itu juga, dikota-kota pusat pemerintahan, berkembang dua lapisan social :
1.       Lapisan social yang terdiri dari kaum buruh
2.       Lapisan social kaum pegawai
Dalam lapisan social inilah pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemampuan berbahasa belanda menjadi syarat utama untuk kenaikan kelas social. Sudah menjadi watak dan kepribadian timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar kebudayaan yang dimilikinya tidak terabaikan.
Pada tanggal 24 Desember 1984, Prof.Dr.A.Mattulada menilai kebudayaan Indonesia kontemporer yang tumbuh dari kebudayaan yang berbeda-beda konfigurasinya sekarang dipahami sebagai kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.
Kebudayaan dan kepribadian

Kebudayaan suatu bangsa mencerminkan diri kepribadian bangsa yang bersangkutan. Setiap masyarakat mempunyai system nilai dan system kaidah sebagai konkretisasi. Suatu kaidah, misalnya kaidah hokum memberikan batas-batas pada perilaku seseorang.
Batas-batas tersebut menjadi suatu “aturan permainan” dalam pergaulan hidup.
Sifaat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hokum adat.
Para turis asing yang pernah berkunjung ke Indonesia, menyatakan bahwa salah satu ciri khas kepribadian bangsa Indonesia adalah memiliki sifaat ramah tamah, suka menolong, dan memiliki sifat gotong royong.
Kepribadian bangsa Indonesia yang disebutkan tadi adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada.










0 komentar:

Posting Komentar