Kamis, 14 November 2013

TOPIK 7: MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

TOPIK 7: MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

1.       MASYARAKAT PERKOTAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
A.      PENGERTIAN MASYARAKAT
Macam-macam definisi masyarakat:
-          R.linton: masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama
-          M.J. Herskovits: masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
-          J.L Gilin dan J.P Gilin: masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama
-          S.R Steinmetz: masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan erat ada teratur
-          Hasan Shadily: masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain
Mengingat definisi-definisi masyarakat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
-          Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
-          Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu
-          Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama

B.      MASYARAKAT PERKOTAAN
Sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu:
-          Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan didesa
-          Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinyaa sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
-          Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
-          Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
-          Jalan pikiran rasional pada umumnya dianut masyarakat perkotaan
-          Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota mengakibatkan pentingnya factor waktu bagi warga kota
-          Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar

C.      PERBEDAAN DESA DAN KOTA
Ada beberapa cirri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Ciri-ciri tersebut adalah:
-          Jumlah dan kepadatan penduduk
-          Lingkungan hidup
-          Mata pencaharian
-          Corak kehidupan social
-          Stratifikasi social
-          Mobilitas social
-          Pola interaksi social
-          Solidaritas social
-          Kedudukan dalam hierarki system administrasi nasional
Meskipun tidak ada ukuran pasti, kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa. Kepadatan penduduk ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pola keperluan pembangunan perumahan. Perbedaan paling meninjol adalah pada mata pencaharian. Kegiatan utama penduduk desa beradda di sector ekonomi primer yaitu dibidang agraris. Sedangkan kota merupakan pusat ekonomi tertier yaitu bidan pelayanan jasa

2.       HUBUNGAN DESA DAN KOTA
Masyarakat edesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat, dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan transportasi

3.       ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Untuk menunjang aktivitas warganya serta untuk memberikan suasana aman, tenteran dan nyaman pada warganya, kota dihadapkan pada keharusan menyediakan berbagai fasilitas kehidupan.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi:
-          Wisma: merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya
-          Karya: merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan masyarakat
-          Marga: merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat lainnya didalam kota
-          Suka: merupakan bagian dari ruang perkantoran untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas-fasilitas hiburan, rekreasi, dll
-          Penyempurnaan: merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup kedalam kempat unsure diatas
Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dan pengembangan kota harus dapat dilihat dalam kerangka pendekatan yang luas. Rumusannya adalah:
-          Menekan angka kelahiran
-          Mengalihkan pusat pembangunan pabrik ke pinggiran kota
-          Membendung urbanisasi
-          Mendirikan kota satekit dimana pembukaan usaha relative rendah
-          Meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desayang telah ada disekitar kota besar
-          Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan


0 komentar:

Posting Komentar