TULISAN 2: PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Setiap masyarakat yang berdiam disuatu tempat pasti tidak lepas
dari yang namanya kebudayaan. Penduduk di suatu wilayah pasti punya kebudayaan
tersendiri yang berbeda dengan penduduk lainnya. Kebudayaan terlahir karna
adanya masyarakat di daerah tertentu. Indonesia merupakan salah satu negara
dengan kekayaan dan keragaman alam serta budaya yang luar biasa. Sebagaimana
kita ketahui bersama. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk
terbanyak nomer empat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Maka
dari itu dengan jumlah penduduk sebanyak itu, Indonesia dihadapkan dengan
sejumlah masalah kependudukan.
Kepadatan penduduk merupakan perbandingan
jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang dihuni. Menurut pengamatan saya,
permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata.
Kepadatan penduduk di tiap-tiap wilayah Indonesia tidaklah sama, maka dari itu
hal ini akan menimbulkan permasalahan kependudukan. Permasalahan ini terkait
dengan penyediaan sarana dan prasarana sosial, kesempatan kerja, stabilitas
keamanan, serta pemerataan pembangunan. Kondisi demikian menimbulkan banyak
permasalahan, misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh
dan lain-lain. Salah satu permasalahan yang berdampak dari banyaknya jumlah
penduduk salah satunya adalah pembangunan.
Permasalahannya adalah Pesatnya pertumbuhan
penduduk yang tidak terkendali maka akan menyebabkan tingginya beban
pembangunan berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang, dan papan. Kepadatan
penduduk yang tidak merata juga menyebabkan pembangunan menjadi tidak merata di
daerah-daerah tertentu, tingginya angka urbanisasi di kota-kota besar. Dari hal
pembangunan akan menambah masalah baru salah satunya adalah masalah pendidikan.
Kepadatan jumlah penduduk di Indonesia juga berdampak pada masalah pendidikan,
karna di Negara berkembang seperti Indonesia tingkat pendidikannya relatif
rendah di banding dengan negara-negara maju.
Saya akan mengutarakan beberapa sebab
rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia. Yang pertama pemikiran masyarakat
untuk bersekolah setinggi-tingginya itu masih rendah, yang kedua besarnya anak
usia sekolah yang tidak diimbangi dengan fasilitas pemndidikan yang memadai, pendapatan
perkapita di Indonesia rendah. Dampak dari rendahnya pendidikan di Indonesia
adalah rendahnya penguasaan IPTEK, sehingga Indonesia masih membutuhkan tenaga
yang ahli dalam teknologi. Padahal dengan jumlah penduduk yang besar di
Indonesia seharusnya kita mampu untuk mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang
diperlukan dalam pembangunan. Maka dari itu diperlukan upaya untuk meningkatkan
mutu pendidikan di Indonesia.
Menurut saya yaitu dengan cara wajib belajar
12 tahun meningkatkan sarana-sarana pendidikan yang ada, seperti perbaikan
gedung, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain, meningkatkan mutu guru
sebagai pengajar, menyempurnakan atau mengupdate kurikulum sesuai perkembangan
zaman, memberikan materi pelajaran tentang softskil agar anak-anak bukan hanya
belajar ilmu yang terlihat tetapi juga menguasai softskill, member motifasi
kepada para pelajar agar lebih giat dan rajin dalam menuntut ilmu, dengan
bayaran sekolah yang mudah dijangkau oleh masyarakat agar masyarakat tindak
mengkhawatirkan tentang biaya pendidikan, memberikan beasiswa bagi siswa
berprestasi. Dengan hal itu saya rasa merupakan cara yang tepat untuk
meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Bukan hanya pemerintah yang harus
menanggulangi masalah ini, tapi masyarakat juga harus ikut turut serta dalam
memajukan pendidikan di Indonesia. Karna percuma kalau pemerintahnya sudah
maksimal tapi masyarakat tidak mendukung sama sekali dari upaya yang telah
dilakukan oleh pemerintah.
Perkembangan kebudayaan di Indonesia ini terkadang naik terkadang turun.
Awalnya Indonesia bangga dengan kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang
kita dulu. Tapi sekarang kenyataannya masyarakat sudah mulai melupakan
kebudayaan itu sendiri. Maka dari itu kita harus menjunjung tinggi rasa
nasionalisme kita sebagai warga Negara Indonesia. Semakin majunya globalisasi
membuat rasa cinta terhadap budaya sendiri lama-lama berkurang. Karnya
banyaknya pengaruh budaya asing, kini masyarakat telah berubah menjadi
masyarakat modern. Akhir-akhir ini Indonesia sangat gencar untuk membudidayakan
budayanya sendiri. Karna masyarakat luar luar lebih mengetahui budaya kita
disbanding kita mengenal budaya kita sendiri. Salah satu yang mendorongnya
adalah budaya kita yang di klaim oleh Negara lain, seperti batik, reog ponorogo,
rendang (masakan) dan masih banyak lagi. Contohnya adalah batik sebagai warisan
budaya Indonesia yang telah diakui dan di tetapkan oleh UNESCO.





0 komentar:
Posting Komentar