Kamis, 14 November 2013

TULISAN 2: PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

  TULISAN 2: PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Setiap masyarakat yang berdiam disuatu tempat pasti tidak lepas dari yang namanya kebudayaan. Penduduk di suatu wilayah pasti punya kebudayaan tersendiri yang berbeda dengan penduduk lainnya. Kebudayaan terlahir karna adanya masyarakat di daerah tertentu. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan dan keragaman alam serta budaya yang luar biasa. Sebagaimana kita ketahui bersama. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomer empat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Maka dari itu dengan jumlah penduduk sebanyak itu, Indonesia dihadapkan dengan sejumlah masalah kependudukan.
     Kepadatan penduduk merupakan perbandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang dihuni. Menurut pengamatan saya, permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata. Kepadatan penduduk di tiap-tiap wilayah Indonesia tidaklah sama, maka dari itu hal ini akan menimbulkan permasalahan kependudukan. Permasalahan ini terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana sosial, kesempatan kerja, stabilitas keamanan, serta pemerataan pembangunan. Kondisi demikian menimbulkan banyak permasalahan, misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh dan lain-lain. Salah satu permasalahan yang berdampak dari banyaknya jumlah penduduk salah satunya adalah pembangunan.


    Permasalahannya adalah Pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali maka akan menyebabkan tingginya beban pembangunan berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang, dan papan. Kepadatan penduduk yang tidak merata juga menyebabkan pembangunan menjadi tidak merata di daerah-daerah tertentu, tingginya angka urbanisasi di kota-kota besar. Dari hal pembangunan akan menambah masalah baru salah satunya adalah masalah pendidikan. Kepadatan jumlah penduduk di Indonesia juga berdampak pada masalah pendidikan, karna di Negara berkembang seperti Indonesia tingkat pendidikannya relatif rendah di banding dengan negara-negara maju. 
      Saya akan mengutarakan beberapa sebab rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia. Yang pertama pemikiran masyarakat untuk bersekolah setinggi-tingginya itu masih rendah, yang kedua besarnya anak usia sekolah yang tidak diimbangi dengan fasilitas pemndidikan yang memadai, pendapatan perkapita di Indonesia rendah. Dampak dari rendahnya pendidikan di Indonesia adalah rendahnya penguasaan IPTEK, sehingga Indonesia masih membutuhkan tenaga yang ahli dalam teknologi. Padahal dengan jumlah penduduk yang besar di Indonesia seharusnya kita mampu untuk mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang diperlukan dalam pembangunan. Maka dari itu diperlukan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 
     Menurut saya yaitu dengan cara wajib belajar 12 tahun meningkatkan sarana-sarana pendidikan yang ada, seperti perbaikan gedung, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain, meningkatkan mutu guru sebagai pengajar, menyempurnakan atau mengupdate kurikulum sesuai perkembangan zaman, memberikan materi pelajaran tentang softskil agar anak-anak bukan hanya belajar ilmu yang terlihat tetapi juga menguasai softskill, member motifasi kepada para pelajar agar lebih giat dan rajin dalam menuntut ilmu, dengan bayaran sekolah yang mudah dijangkau oleh masyarakat agar masyarakat tindak mengkhawatirkan tentang biaya pendidikan, memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi. Dengan hal itu saya rasa merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Bukan hanya pemerintah yang harus menanggulangi masalah ini, tapi masyarakat juga harus ikut turut serta dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Karna percuma kalau pemerintahnya sudah maksimal tapi masyarakat tidak mendukung sama sekali dari upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah.
       Perkembangan kebudayaan di Indonesia ini terkadang naik terkadang turun. Awalnya Indonesia bangga dengan kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita dulu. Tapi sekarang kenyataannya masyarakat sudah mulai melupakan kebudayaan itu sendiri. Maka dari itu kita harus menjunjung tinggi rasa nasionalisme kita sebagai warga Negara Indonesia. Semakin majunya globalisasi membuat rasa cinta terhadap budaya sendiri lama-lama berkurang. Karnya banyaknya pengaruh budaya asing, kini masyarakat telah berubah menjadi masyarakat modern. Akhir-akhir ini Indonesia sangat gencar untuk membudidayakan budayanya sendiri. Karna masyarakat luar luar lebih mengetahui budaya kita disbanding kita mengenal budaya kita sendiri. Salah satu yang mendorongnya adalah budaya kita yang di klaim oleh Negara lain, seperti batik, reog ponorogo, rendang (masakan) dan masih banyak lagi. Contohnya adalah batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dan di tetapkan oleh UNESCO.


0 komentar:

Posting Komentar