A.
PENGERTIAN
Ragam bahasa adalah varian dari
sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah
bahasa menurut pemakai[1]. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen,
laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi
bahasa baku itu sendiri [2]. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan
argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu,
meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam
tersendiri
B.
JENIS-JENIS RAGAM BAHASA
Ragam Bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis yaitu
-
berdasarkan media
-
berdasarkan cara pandang penutur
-
berdasarkan topik pembicaraan.
1.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media
Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan
bahasa, ragam bahasa terdiri
-
Ragam bahasa lisan
-
Ragam bahasa tulis
·
Ragam Lisan
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga
kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi
ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk
kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam
struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena
situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna
gagasan yang disampaikan secara lisan.
Ciri-ciri
ragam lisan:
a. Memerlukan
orang kedua/teman bicara;
b.
Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
c. Tidak
harus memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
d.
Berlangsung cepat;
e. Sering
dapat berlangsung tanpa alat bantu;
f. Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
g. Dapat
dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi
Contoh ragam
lisan adalah ‘Sudah saya baca buku itu.’
·
Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang
diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa
baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian
sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu,
dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di
dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur
kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri
ragam tulis :
a. Tidak
memerlukan orang kedua/teman bicara;
b. Tidak
tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
c. Harus
memperhatikan unsur gramatikal;
d. Berlangsung
lambat;
e. Selalu
memakai alat bantu;
f. Kesalahan
tidak dapat langsung dikoreksi;
g. Tidak
dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda
baca.
Contoh ragam
tulis adalah ’Saya sudah membaca buku itu.’
2.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang
penutur
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari
beberapa ragam diantara nya adalah :
-
Ragam dialek
Contoh : ‘Gue udah baca itu buku.’
-
Ragam terpelajar
Contoh : ‘Saya sudah membaca buku
itu.’
-
Ragam resmi
Contoh : ‘Saya sudah membaca buku itu.’
-
Ragam tak resmi
Contoh : ‘Saya sudah baca buku itu.’
3.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topik
pembicaraan
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari beberapa ragam
diantara nya adalah :
-
Ragam bahasa ilmiah
-
Ragam hokum
-
Ragam bisnis
-
Ragam agama
-
Ragam social
-
Ragam kedokteran
-
Ragam sastra
Ragam bahasa baku dapat berupa: ragam bahasa baku tulis dan ragam bahasa
baku lisan.
Beberapa
faktor yang menyebabkan timbulnya keragaman bahasa, diantaranya :
• Faktor
Budaya atau letak Geografis
• Faktor
Ilmu pengetahuan
• Faktor
Sejarah
C.
KESIMPULAN
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda
menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang
yang dibicarakan, serta menurut media pembicara.
D.
REFERENSI





0 komentar:
Posting Komentar