1. Mengapa etika dan profesionalisme TSI
dibutuhkan?
Jawab:
Etika membantu
manusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati masyarakat, etika
juga membantu merumuskan pedoman etis yang lebih kuat dan norma-norma baru yang
dibutuhkan karena adanya perubahan yang dinamis dalam tata kehidupan
masyarakat.
Etika membantu
untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu dilakukan dan yang
perlu dipahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau
sisi kehidupan, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian
sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Tujuan Etika dalam
teknologi informasi: sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati
dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan
juga untuk menyusun instrument.
Sasaran, etika digunakan dalam teknologi
informasi agar:
-
mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat
penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
-
Mampu menginventarisasikan dan
mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi.
-
Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika
teknologi informasi.
22.
Kapan menerapkan etika dan profesionalisme TSI?
Jawab:
Etika dan
profesionalisme TSI digunakan/dapat diterapkan ketika seseorang hendak
menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Etika dan profesionalisme
hendaknya dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah
pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata.
33.
Siapa pengguna etika dan profesionalisme TSI?
Jawab:
Semua elemen di
dalam suatu lingkungan kerja yang menggunakan (berhubungan dengan) TSI
hendaknya menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI. Mereka yang ada di
lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu
etika.





0 komentar:
Posting Komentar