Minggu, 08 November 2015

KALIMAT EFEKTIF

A.      KALIMAT EFEKTIF

Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat. Disini, kalimat dibagi menjadi dua, yaitu :

Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah dan ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.

B.      PENALARAN KALIMAT

Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :

“Waktu dan tempat saya persilakan.”
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

C.      KEHEMATAN ATAU EKONOMI BAHASA

Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

D.      KESALAHAN KALIMAT EFEKTIF

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan sebuah kalimat itu salah.
-          Ejaan
Ejaan adalah cara-cara yang digunakan untuk mewujudkan Bahasa dalam bentuk tulisan. Dengan demikian ejaan mempunyai kedudukan yang amat penting dalam bahasa tulis karena ia dapat mempengaruhi cara seseorang mengucapkan atau melafalkan bahasa tertulis tersebut.
-          Kata
Menurut bentuknya kata dapat dibedakan atas kata dasar dan kata jadian atau kata turunan. Kesalahan yang sering terjadi akibat perubahan daru kata dasar yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya perubahan pengertian yang tidak dikehendaki. Berikut ini contoh kalimat-kalimat salah yang disebabkan kesalahan kalimat:
1.       Saya mendengarkan sudah hampir dua bulan ia dirawat di rumah sakit.
2.       Sudah dua kali ia diperingati guru agar tidak berbuat curang.
-          Logika
Dalam pembuatan kalimat harus dapat diterima akal (logis). Kalimat logis adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah berpikir yang benar sehingga tidak mengandung kerancuan di dalamnya. Seringkali bahasa lisan mengandung kesalahan kalimat akibat kalimat yang dibuat menyalahi kaidah berpikir yang sehat, tetapi dipandang lumrah sehingga dibiarkan saja.

E.       DAFTAR KONJUNGSI BAHASA

Kata penghubung yang kedudukannya sederajat atau setara terdiri dari beberapa hal berikut:
1.       Menggabungkan biasa; dan, dengan, serta.
2.       Menggabungkan memilih: atau
3.       Menggabungkan mempertentangkan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya
4.       Menggabungkan membetulkan: melainkan, hanya
5.       Menggabungkan menegaskan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan
6.       Menggabungkan membatasi: kecuali, hanya
7.       Menggabungkan mengurutkan: lalu, kemudian, selanjutnya
8.       Menggabungkan menyamakan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah
9.       Menggabungkan menyimpulkan: jadi, karena itu, oleh sebab itu

Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibedakan sebagai berikut:
1.       Menyatakan sebab: sebab dan karena
2.       Menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apalagi, dan asal
3.       Menyatakan tujuan: agar dan supaya
4.       Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.
5.       Menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga
6.       Menyatakan sasaran: untuk dan guna
7.       Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana
8.       Menyatakan tempat: tempat

F.       DAFTAR PREPOSISI BAHASA
penggolongan preposisi bervariasi tergantung dari rujukan yang digunakan. Berikut salah satu cara penggolongan yang dapat digunakan:
1.       Preposisi yang menandai tempat. Misalnya di, ke, dari.
2.       Preposisi yang menandai maksud dan tujuan. Misalnya untuk, guna.
3.       Preposisi yang menandai waktu. Misalnya hingga, hampir.
4.       Preposisi yang menandai sebab. Misalnya demi, atas.

G.      SUMBER





0 komentar:

Posting Komentar