A.
KALIMAT EFEKTIF
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata
atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang
lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang
utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat
diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri
dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat
dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya
(?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik
lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat
(P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat
melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.
Disini, kalimat dibagi menjadi dua, yaitu :
Efektif mengandung pengertian tepat guna,
artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian
efektif dalam kalimat adalah dan ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa
tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.
B.
PENALARAN KALIMAT
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam
hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang
logis/masuk akal.
Contoh :
“Waktu dan tempat saya persilakan.”
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal
karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan.
Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk
naik ke podium.
C.
KEHEMATAN ATAU EKONOMI BAHASA
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan
kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang
berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati
sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di
atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat
disukainya.
D.
KESALAHAN KALIMAT EFEKTIF
Berikut ini adalah faktor-faktor yang
menyebabkan sebuah kalimat itu salah.
-
Ejaan
Ejaan adalah cara-cara yang digunakan untuk mewujudkan Bahasa dalam
bentuk tulisan. Dengan demikian ejaan mempunyai kedudukan yang amat penting
dalam bahasa tulis karena ia dapat mempengaruhi cara seseorang mengucapkan atau
melafalkan bahasa tertulis tersebut.
-
Kata
Menurut bentuknya kata dapat dibedakan atas kata dasar dan kata jadian
atau kata turunan. Kesalahan yang sering terjadi akibat perubahan daru kata
dasar yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya perubahan pengertian yang
tidak dikehendaki. Berikut ini contoh kalimat-kalimat salah yang disebabkan
kesalahan kalimat:
1.
Saya mendengarkan sudah hampir dua bulan ia
dirawat di rumah sakit.
2.
Sudah dua kali ia diperingati guru agar tidak
berbuat curang.
-
Logika
Dalam pembuatan kalimat harus dapat diterima akal (logis). Kalimat logis
adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah berpikir yang benar sehingga tidak
mengandung kerancuan di dalamnya. Seringkali bahasa lisan mengandung kesalahan
kalimat akibat kalimat yang dibuat menyalahi kaidah berpikir yang sehat, tetapi
dipandang lumrah sehingga dibiarkan saja.
E.
DAFTAR KONJUNGSI BAHASA
Kata penghubung yang kedudukannya sederajat
atau setara terdiri dari beberapa hal berikut:
1.
Menggabungkan biasa; dan, dengan, serta.
2.
Menggabungkan memilih: atau
3.
Menggabungkan mempertentangkan: tetapi, namun,
sedangkan, sebaliknya
4.
Menggabungkan membetulkan: melainkan, hanya
5.
Menggabungkan menegaskan: bahkan, malah
(malahan), lagipula, apalagi, jangankan
6.
Menggabungkan membatasi: kecuali, hanya
7.
Menggabungkan mengurutkan: lalu, kemudian,
selanjutnya
8.
Menggabungkan menyamakan: yaitu, yakni, bahwa,
adalah, ialah
9.
Menggabungkan menyimpulkan: jadi, karena itu,
oleh sebab itu
Kata penghubung yang menghubungkan klausa
dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibedakan sebagai berikut:
1.
Menyatakan sebab: sebab dan karena
2.
Menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila,
apalagi, dan asal
3.
Menyatakan tujuan: agar dan supaya
4.
Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum,
sesudah, tatkala.
5.
Menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga
6.
Menyatakan sasaran: untuk dan guna
7.
Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan
laksana
8.
Menyatakan tempat: tempat
F.
DAFTAR PREPOSISI BAHASA
penggolongan preposisi bervariasi
tergantung dari rujukan yang digunakan. Berikut salah satu cara penggolongan
yang dapat digunakan:
1.
Preposisi yang menandai tempat. Misalnya di, ke,
dari.
2.
Preposisi yang menandai maksud dan tujuan.
Misalnya untuk, guna.
3.
Preposisi yang menandai waktu. Misalnya hingga,
hampir.
4.
Preposisi yang menandai sebab. Misalnya demi,
atas.
G.
SUMBER





0 komentar:
Posting Komentar