A.
DEFINISI KOSA KATA
Kosakata merupakan salah satu aspek bahasa
yang sangat penting keberadaannya. Dalam kamus besar bahasa indonesia
(Dekdikbut, 1996: 527), Kosakata diartikan sebagai, “perbendaharaan kata”.
Berikut ini pendapat beberapa ahli mengenai
makna dari kosakata:
Menurut Kridalaksana dalam Tarigan
(1994:446): Kosakata adalah (1) komponen bahasa yang memuat secara informasi
tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa; (2) kekayaan kata yang dimiliki
seorang pembicara, penulis atau suatu bahasa; dan (3) daftar kata yang disusun
seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.
Sedangkan menurut Soedjito dalam Tarigan
(1994:447): Kosakata merupakan: (1) semua kata yang terdapat dalam satu bahasa;
(2) kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara; (3) kata yang dipakai
dalam satu bidang ilmu pengetahuan; dan (4) daftar kata yang disusun seperti
kamus disertai penjelasan secara singkat dan praktis.
B.
JENIS KATA DALAM BAHASA INDONESIA
Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia,
terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.Namun secara
umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.
Kata kerja (verba)
2.
Kata sifat (adjektiva)
3.
Kata keterangan (adverbia)
4.
Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina),
kata bilangan (numeralia)
Kelompok kata tugas ialah :
-
Kata Sandang (artikel)
-
Kata Depan (preposisi)
-
Kata Hubung (konjungsi)
-
Partikel
-
Kata Seru (interjeksi)
C.
KATA SERAPAN
Kata serapan atau sering disebut juga
dengan kata pungutan atau pinjaman adalah kata-kata yang berasal dari bahasa
asing yang telah terintegrasi ke dalam bahasa Indonesia dan telah diterima luas
oleh masyarakat umum.
Fungsi kata serapan di dalam bahasa
Indonesia adalah untuk memperkaya ragam bahasa Indonesia itu sendiri dan
memberikan pengetahuan tentang bahasa asing kepada pemakai bahasa Indonesia.
Proses
Penyerapan Kata
Ada beberapa proses atau cara masuknya
bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia sehingga bisa terserap. Di bawah ini
adalah proses penyerapan tersebut:
1. Adopsi
Proses adopsi adalah terserapnya bahasa
asing karena pemakai bahasa tersebut mengambil kata bahasa asing yang memiliki
makna sama secara keseluruhan tanpa mengubah lafal atau ejaan dengan bahasa
Indonesia.
Contoh: Hotdog, Shuttle cock, reshuffle,
plaza, supermarket, dan lain-lain.
2. Adaptasi
Proses adaptasi adalah proses diserapnya
bahasa asing akibat pemakai bahasa mengambil kata bahasa asing, tetapi ejaan
atau cara penulisannya berbeda dan disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia.
Contoh:
Option = Opsi
Fluctuate = Fluktuatif
Organization = Organisasi
Maximal = maksimal
3. Pungutan
Masuknya bahasa asing ke dalam bahasa
Indonesia terjadi akibat pemakai bahasa mengambil konsep dasar yang ada dalam
bahasa sumbernya, kemudian dicarikan padanan katanya dalam bahasa Indonesia.
Cara ini dapat disebut juga dengan konsep terjemahan dimana kata serapan
dihasilkan dengan cara menerjemahkan kata / istilah tersebut tanpa mengubah
makna kata tersebut.
Contoh:
Spare part = Suku cadang
Try out = Uji coba
Overlap = Tumpang tindih
Shuttle ship = Pesawat ulang-alik
D.
IMBUHAN DALAM KATA SERAPAN
Awalan-awalan (imbuhan dari bahasa asing)
pada kata-kata serapan yang disadari adanya, juga oleh penutur yang bukan
dwibahasawan, adalah sebagai berikut:
1.
a- seperti pada amoral, asosial, anonym,
asimetris. Awalan ini mengandung arti ‘tidak’ atau ‘tidak ber’.
2.
anti- seperti pada antikomunis, antipemerintah,
antiklimaks, antimagnet, antikarat yang artinya ‘melawan’ atau ‘bertentangan
dengan’.
3.
bi- misalnya padab ilateral, biseksual,
bilingual, bikonveks. Awalan ini artinya ‘dua’.
4.
de- seperti pada dehidrasi, devaluasi,
dehumanisasi, deregulasi. Awalan ini artinya ‘meniadakan’ atau ‘menghilangkan’.
5.
eks- seperti pada eks-prajurit, eks-presiden,
eks-karyawan, eks-partai terlarang. Awalan ini artinya ‘bekas’ yang sekarang
dinyatakan dengan kata ‘mantan’.
6.
ekstra- seperti pada ekstra-universiter,
ekstra-terestrial, ekstra linguistic, kadang juga dipakai pada kata-kata bahasa
Indonesia sendiri. Contoh: ekstra-ketat, ekstra-hati-hati. Awalan ini artinya
‘tambah’, ‘diluar’, atau ‘sangat’.
7.
hiper- misalnya pada hipertensi, hiperseksual,
hipersensitif. Awalan ini artinya ‘lebih’ atau ‘sangat’.
8.
in- misalnya pada kata inkonvensional, inaktif,
intransitive. Awalan ini artinya ‘tidak’.
9.
infra- misalnya pada infrastruktur, inframerah,
infrasonic. Awalan ini artinya ‘di tengah’.
10.
intra- misalnya pada intrauniversiter,
intramolekuler. Awalan ini artinya ‘di dalam’.
11.
inter- misalnya interdental, internasional,
interisuler, yang biasa di Indonesiakan dengan antar-.
12.
ko- misalnya pada kokulikuler, koinsidental,
kopilot, kopromotor. Awalan ini artinya ‘bersama-sama’ atau ‘beserta’.
13.
kontra- misalnya pada kontrarevolusi,
kontradiksi, kontrasepsi. Awalan ini artinya ‘berlawanan’ atau ‘menentang’.
14.
makro- misalnya pada makrokosmos, makroekonomi,
makrolinguistik. Awalan ini artinya ‘besar’ atau ‘dalam arti luas’.
15.
mikro- seperti pada mikroorganisme, mikrokosmos,
microfilm. Awalan ini artinya ‘kecil’ atau ‘renik’.
16.
multi- seperti padamultipartai, multijutawan, multikompleks,
multilateral, multilingual. Awalan ini artinya ‘banyak’.
17.
neo- seperti pada neokolonialisme,
neofeodalisme, neorealisme. Awalan ini artinya ‘baru’.
18.
non- seperti pada nongelar, nonminyak, nonmigas,
nonberas, nonOpec. Awalan ini artinya ‘bukan’ atau ‘tidak ber-‘.
E.
HUBUNGAN ANTAR MAKNA
1.
SINONIM.
Dua kata atau lebih yang mempunyai
persamaan arti atau hampir sama artinya.
contoh: abadi=kekal.
baik=bagus.
zaman=kala,waktu.
Caci=cela,dll.
2.
ANTONIM.
Dua kata atau lebih yang mempunyai makna
berlawanan.
Contoh: sakit >< sehat.
Jahat >< baik.
Rajin >< malas.dll.
3.
HOMONIM.
Kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama
tapi maknanya berbeda.
Contoh:
- bisa= dapat,
-bisa=racun.
dll.
4.
HOMOGRAF.
Kata yang tulisanya sama,tetapi pelafalan
dan makna berbeda.
Contoh:
1.APEL.
- Setiap hari senin ada apel di lapangan
sekolah.
- aku lebih suka apel hijau daripada apel
merah.dll.
5. HOMOFON.
kata yang pelafalan yang sama,tetapi
penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh,
bank,bang.
-tolong setorkan uang ini di bank.
-saya pesan satu porsi,bang.
sangsi,sanksi
-pencuri itu mendapat sanksi yang setimpal.
-ibu sangsi bahwa aku bisa masak seperti
beliau.
6. POLISEMI.
kata yang memiliki banyak makna.
F.
SUMBER





0 komentar:
Posting Komentar