Kamis, 02 Januari 2014

TOPIK 8: ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

1.       Ilmu pengetahuan
Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum, dan akumulatif.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah. Sikap bersifat ilmiah itu meliputi 4 hal:
-          Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif
-          Selektif
-          Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah
-          Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori, maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian
Ilmu pengetahuan sekarang menghadapi kenyataan kemiskinan, yang pada hakikatnya tidak dapat melepaskan diri dari kaitannya dengan ilmu ekonomi karena kemiskinan merupakan persoalan ekonomi yang paling elementer, dimana kekurangan dapat menjurus kepada kematian.

2.       TEKNOLOGI
Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal imperasional dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jadi teknik menurut ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. Fenomena teknik pada masyarakat kini menurut sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-          Rasionalitas (tindakan spontak oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional)
-          Artifisialitas (selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah)
-          Otomatisme (dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis)
-          Teknis berkembang pada suatu kebudayaan
-          Monisme (semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung)
-          Universalisme (teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan)
-          Otonomi (teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri)
Luasnya bidang teknik, digambarkan oleh ellul sebagai berikut:
-          Teknik meliputi bidang ekonomi
-          Teknik meliputi bidang organisasi seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hokum dan militer
-          Teknik meliputi bidang manusiawi
Teknoligi tepat guna sering tidak berdaya menghadapi teknologi Barat. Ciri-ciri teknologi barat adalah sebagai berikut:
-          Serba intensif dalam segala hal
-          Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan
-          Menganggap dirinya sebagai pusat dari yang lain

3.       ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN NILAI
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurang memperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya. Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yaitu : ontologis, epistemologis dan aksiologis. Kaitan ilmu teknologi dengan nilai atau moral, berasal dari akses penerapan ilmu dan teknologi sendiri, dalam hal ini dibagi menjadi dua golongan:
-          Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun secara aksiologis
-          Goolongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan
Oleh karena itu, ada upaya untuk menjinakkan teknologi, diantaranya:
-          Mempertimbangkan atau kalau perlu mengganti kriteria utama dalam menolak atau menerapkan suatu inovasi teknologi
-          Pada tingkat konsekuensi sosial, penerapan teknologi harus merupakan hasil kesepakatan ilmuwan sosial dari berbagai disiplin ilmu.

4.       KEMISKINAN
Garis kemiskinan, yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bias dipengaruhi oleh tiga hal:
-          Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok
-          Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
-          Kebutuhan obyektif manusia untuk bias hidup secara manusiawi
Atas dasar ukuran ini, maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri:
-          Tidak memiliki factor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan, dsb
-          Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri
-          Tingkat pendidikan mereka rendah
-          Kebanyakan tinggal didesa sebagai pekerja bebas self employed
-          Banyak yang hidup dikota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan
Tetapi kalau kita menganut teori fungsionalitas, kemiskinanpun mempunyai sejumlah fungsi:
-          Fungsi ekonomi (penyediaan tenaga kerja, dana sosial, lapangan kerja, memanfaatkan barang bekas)
-          Fungsi sosial (sumber imajinatif kesulitan hidup bagi orang kaya, merangsang munculnya badan amal)
-          Fungsi kultural (sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya asing)
-          Fungsi politik (berfungsi sebagai kelompok gelisah atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain)


0 komentar:

Posting Komentar