Mahalnya Sebuah
Ilmu Pengetahuan
Pada suatu hari ada saudagar kaya raya sedang
mencari seorang tukang kayu untuk memperbaiki kapalnya yang rusak. Saudagar
tersebut pun bertemu dengan seorang penduduk desa dan bertanya "apakah di
desa ini ada seorang tukang kayu yang ahli dalam memperbaiki kapal?"
Penduduk desa itu pun menjawab "Ada tuan,
dia satu satunya ahli dalam masalah perkapalan di desa ini. Hanya saja
bayarannya sangat mahal tuan."
"Tidak masalah, cepat panggilkan orang
itu. Berapapun akan kubayar asalkan kapalku bisa kembali berlayar" sahut
sang saudagar.
Singkat cerita tukang kayu itu pun datang
dengan peralatan yang dibawanya. dia memeriksa seluruh bagian kapal, setelah
selesai memeriksa, dia pun memukul 1 kali ke salah satu bagian kapal tersebut.
dan kapal tersebut pun sudah berfungsi
kembali.
Saudagar sangat senang karena kapalnya sudah
berfungsi kembali.
kemudian dia bertanya berapa ongkos yang harus
dia bayar atas jasa perbaikan tersebut.
dengan kertas lusuh yang dibawa oleh tukang
kayu tersebut, dia menuliskan angka sebesar Rp 10.000.000.
Saudagarpun kaget dan marah besar. dia pun
berkata dengan kasar "Apa - apaan tagihan ini?!! kamu tidak melakukan
pekerjaan yang berat. Dan tidak ada bagian yang diganti. Kamu hanya sekali
memukul bagian dari kapalku saja. Cepat buat tagihan yang benar beserta
perinciannya atau kamu akan saya laporkan kepada polisi!!!" Bentak
saudagar sambil menyodorkan kembali kertas lusuh yang tadi diterimanya.
Tukang kayu pun menuliskan perincian atas
tagihan tersebut dengan perincian sebagai berikut:
Ongkos Sekali Memukul = Rp 100.000
Untuk Tahu DImana Harus Memukul = Rp 9.900.000
Kemudian dia menyodorkan kembali tagihan
tersebut kepada saudagar.
Saudagar tersebut pun tersenyum, lalu membayar
tukang kayu tersebut sebesar tagihan yang diberikan kepadanya.
Sekolah itu mencari Ilmu Pengetahuan atau Nilai ya?
kalian pasti pernah ngerasain gimana jadi anak sekolahan kan entah itu
SD,SMP, ataupun SMA
dan selama kalian sekolah agan ngerasain ga
sih kalau kalian sekolah itu untuk apa dan mencari apa? Pengetahuan kah atau
Nilai yg kalian incar?
apakah orang tua kalian marah jika Nilai
kalian Jelek atau dibawah KKM? apa ortu kalian marah jika kalian jadi veter
atau tinggal kelas?
Setelah saya coba fikir sekolah kok lebih
terpaku oleh Nilai dibanding Pengetahuan Asli ya..
Sedikit cerita nih tentang temen saya yg
sependapat dengan saya. Tapi dia sefikiran sama saya,dia tuh ngerasa kalau
sekolah cuman mencari Nilai,asal Nilai bagus pasti Lulus padahal apakah nilai
yg siswa itu dapet Murni atau hasil nge-cheat/nyontek ?
Disekolah sekarang terutama sekolah saya dan
sekitaran Jakarta lah saya mengambil kesimpulan untuk bisa lulus ada 2hal yg
harus dipersiapkan dibanding Otak atau Pengetahuan kita
1.berlatih membulatkan jawaban LJK, (ini yg
membuat galau ,karena jika jawaban benar tapi hasil bulatan tidak rapih pasti
dianggap salah)
2.berlatih merayu, (khususnya merayu guru
dalam meminta nilai remidi agar bisa tuntas pelajaran dia)
Sehebat apapun agan,kalau poin no.1 kalian remehkan
pasti Nilai kalian anjlok dan
no.2 kalau kalian ga jago ngerayu guru pasti bakal susah minta Nilai sama doi
ada loh temen saya Pintar bgt waktu SMP dia
5besar terus setiap smesternya nilai doi hampir semuanya 80-90 jarang dapet 70
kebawah,tapi naas saat UN nemnya hanya 29.75(seingat saya) jadi doi hanya bisa
masuk SMA Swasta padahal doi inginnya masuk Negri (klo saya simpulin sih ini
karena dia kurang mahir dalam membulatkan jawaban) tapi alhamdullilah doi di
SMA naik ke kelas XI dapet jurusan IPA dengan nilai selalu diatas rata-rata
Lalu ada juga temen saya yg ini agak bandel
dan Nilainya juga ya suka dibawah KKM lah,tapi apa? saat pengumuman UN doi
lulus dengan nem 36.50. anak seperti itu bisa dapet nem setinggi itu.dan
akhirnya dia masuk SMA Negri.Tapi naas juga dia tidak naik ke kelas XI alias
jadi veter
Inikah sistem pendidikan kita?
Dimana kita dilatih hanya untuk membayar SPP
dan membulatkan LJK?
lalu untuk apa kita diajarkan ini itu oleh guru
kita kalau akhirnya Nilai lah yg menjadi kriteria kelulusan?
ya kalau saya sih pengennya semua sekolah di
Indonesia sistem Ujiannya Lisan tapi sedikit soalnya.dengan begitu ga akan ada
lagi cara curang dan kita semua bakal tau siapa yg pintar dan siapa yg pintar
hasil ngecit dan dengan begitu mungkin yg namanya "NILAI" akan lebih
berharga
karena saya lebih baik dapet Nilai 20 hasil
jujur dan pengetahuan asli dibandingkan dengan nilai 100 hasil contekan
Itulah curahan saya dan temen saya tentang
pendidikan di negri kita ini
ya mungkin pendapat kalian lainnya beda beda
karena yg saya inginkan hanya kejujuran dalam
berkompetisi menjadi siswa yg pintar
0 komentar:
Posting Komentar