Minggu, 05 Januari 2014

TULISAN 8 : ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT

Mahalnya Sebuah Ilmu Pengetahuan
Pada suatu hari ada saudagar kaya raya sedang mencari seorang tukang kayu untuk memperbaiki kapalnya yang rusak. Saudagar tersebut pun bertemu dengan seorang penduduk desa dan bertanya "apakah di desa ini ada seorang tukang kayu yang ahli dalam memperbaiki kapal?"
Penduduk desa itu pun menjawab "Ada tuan, dia satu satunya ahli dalam masalah perkapalan di desa ini. Hanya saja bayarannya sangat mahal tuan."

"Tidak masalah, cepat panggilkan orang itu. Berapapun akan kubayar asalkan kapalku bisa kembali berlayar" sahut sang saudagar.

Singkat cerita tukang kayu itu pun datang dengan peralatan yang dibawanya. dia memeriksa seluruh bagian kapal, setelah selesai memeriksa, dia pun memukul 1 kali ke salah satu bagian kapal tersebut.
dan kapal tersebut pun sudah berfungsi kembali.
Saudagar sangat senang karena kapalnya sudah berfungsi kembali.
kemudian dia bertanya berapa ongkos yang harus dia bayar atas jasa perbaikan tersebut.
dengan kertas lusuh yang dibawa oleh tukang kayu tersebut, dia menuliskan angka sebesar Rp 10.000.000.

Saudagarpun kaget dan marah besar. dia pun berkata dengan kasar "Apa - apaan tagihan ini?!! kamu tidak melakukan pekerjaan yang berat. Dan tidak ada bagian yang diganti. Kamu hanya sekali memukul bagian dari kapalku saja. Cepat buat tagihan yang benar beserta perinciannya atau kamu akan saya laporkan kepada polisi!!!" Bentak saudagar sambil menyodorkan kembali kertas lusuh yang tadi diterimanya.
Tukang kayu pun menuliskan perincian atas tagihan tersebut dengan perincian sebagai berikut:

Ongkos Sekali Memukul = Rp 100.000
Untuk Tahu DImana Harus Memukul = Rp 9.900.000

Kemudian dia menyodorkan kembali tagihan tersebut kepada saudagar.
Saudagar tersebut pun tersenyum, lalu membayar tukang kayu tersebut sebesar tagihan yang diberikan kepadanya.


Sekolah itu mencari Ilmu Pengetahuan atau Nilai ya?

 

kalian pasti pernah ngerasain gimana jadi anak sekolahan kan entah itu SD,SMP, ataupun SMA
dan selama kalian sekolah agan ngerasain ga sih kalau kalian sekolah itu untuk apa dan mencari apa? Pengetahuan kah atau Nilai yg kalian incar? 
apakah orang tua kalian marah jika Nilai kalian Jelek atau dibawah KKM? apa ortu kalian marah jika kalian jadi veter atau tinggal kelas?

Setelah saya coba fikir sekolah kok lebih terpaku oleh Nilai dibanding Pengetahuan Asli ya..
Sedikit cerita nih tentang temen saya yg sependapat dengan saya. Tapi dia sefikiran sama saya,dia tuh ngerasa kalau sekolah cuman mencari Nilai,asal Nilai bagus pasti Lulus padahal apakah nilai yg siswa itu dapet Murni atau hasil nge-cheat/nyontek ?
Disekolah sekarang terutama sekolah saya dan sekitaran Jakarta lah saya mengambil kesimpulan untuk bisa lulus ada 2hal yg harus dipersiapkan dibanding Otak atau Pengetahuan kita
1.berlatih membulatkan jawaban LJK, (ini yg membuat galau ,karena jika jawaban benar tapi hasil bulatan tidak rapih pasti dianggap salah)
2.berlatih merayu, (khususnya merayu guru dalam meminta nilai remidi agar bisa tuntas pelajaran dia)

Sehebat apapun agan,kalau poin no.1 kalian remehkan pasti Nilai kalian anjlok dan no.2 kalau kalian ga jago ngerayu guru pasti bakal susah minta Nilai sama doi
ada loh temen saya Pintar bgt waktu SMP dia 5besar terus setiap smesternya nilai doi hampir semuanya 80-90 jarang dapet 70 kebawah,tapi naas saat UN nemnya hanya 29.75(seingat saya) jadi doi hanya bisa masuk SMA Swasta padahal doi inginnya masuk Negri (klo saya simpulin sih ini karena dia kurang mahir dalam membulatkan jawaban) tapi alhamdullilah doi di SMA naik ke kelas XI dapet jurusan IPA dengan nilai selalu diatas rata-rata

Lalu ada juga temen saya yg ini agak bandel dan Nilainya juga ya suka dibawah KKM lah,tapi apa? saat pengumuman UN doi lulus dengan nem 36.50. anak seperti itu bisa dapet nem setinggi itu.dan akhirnya dia masuk SMA Negri.Tapi naas juga dia tidak naik ke kelas XI alias jadi veter

Inikah sistem pendidikan kita?
Dimana kita dilatih hanya untuk membayar SPP dan membulatkan LJK?
lalu untuk apa kita diajarkan ini itu oleh guru kita kalau akhirnya Nilai lah yg menjadi kriteria kelulusan?

ya kalau saya sih pengennya semua sekolah di Indonesia sistem Ujiannya Lisan tapi sedikit soalnya.dengan begitu ga akan ada lagi cara curang dan kita semua bakal tau siapa yg pintar dan siapa yg pintar hasil ngecit dan dengan begitu mungkin yg namanya "NILAI" akan lebih berharga

karena saya lebih baik dapet Nilai 20 hasil jujur dan pengetahuan asli dibandingkan dengan nilai 100 hasil contekan

Itulah curahan saya dan temen saya tentang pendidikan di negri kita ini
ya mungkin pendapat kalian lainnya beda beda
karena yg saya inginkan hanya kejujuran dalam berkompetisi menjadi siswa yg pintar 

0 komentar:

Posting Komentar